Mantan bos saya di perusahaan terakhir,pernah
berkata ‘’ Jangan cintai perusahaan tempat anda bekerja secara
berlebihan,karena akan ada suatu masa di mana Anda tidak lagi ingin bergabung
dengan perusahaan itu, atau perusahaan tersebut tidak lagi memerlukan tenaga
Anda.’’ Statementnya itu di aplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari.Lelaki
ini teguh dan patuh terhadap prinsipnya itu.Mungkin karena keteguhan itulah,
orang tuanya memberi nama Taat kepadanya.
Dalam ceritanya kepada saya,selama bekerja di
perusahaan tersebut,beliau tidak pernah membawa persoalan kerja ke rumah.Tidak
pernah menganggu waktu yang tersedia untuk isteri dan anak-anaknya.Tidak pernah
mengganggu waktu untuk bertafakur dan merendahkan diri untuk memperoleh ridho
Yang Maha Kuasa.Dan supaya rasa cintanya tidak berakar dan berurat terhadap
perusahaan yang kemudian akan membuat idealismenya pudar,dia mengharamkan
memakai atribut,embel-embel,maupun logo perusahaan kecuali hanya di kantor.
“Saya tidak ingin hanya menghabiskan umur saya,hanya
untuk menjadi prajurit upahan,dan membesarkan brand produk orang lain,’’
ujarnya suatu kali.
“Saya ingin di umur yang ke-45 tahun,jabatan owner di sebuah perusahaan berskala
nasional sudah tercatat di CV saya,’’
tambahnya di kali yang lain.
Prinsipnya itu,tidak membuat karirnya mandek
di perusahaan.KPI-nya selalu excelent
setiap tahun.Hanya dalam waktu 4
tahun,karirnya melesat cepat macam Marc Marquez yang sedang mempertahankan
posisi nomor satu dari kejaran rivalnya Valentino Rossi.Saya kagum dengan
beliau,karena biasanya orang-orang yang teguh dengan prinsip dan idealisme
seperti ini,karir mereka redup.Banyak atasan yang mual melihat style anak buah seperti ini.
Mr.Taat membuktikan bahwa seorang yang
berprinsip teguh dan berintegritas juga mampu membangun karir dengan
baik.Rahasianya menurut beliau adalah dengan mengkombinasikan hal itu dengan
perilaku dan sikap yang baik serta sesuai dengan aturan yang berlaku.Cabe rawit
yang pedas,akan menjadi sambal yang nikmat ketika di uleg bersama dengan tomat
dan bawang dalam jumlah yang pas.
Mr.Taat selalu serius dan menghargai waktu
dalam bekerja.Perencanaan yang tepat dan sistematis di jadikannya tool,sehingga
setiap detik yang berlalu menjadi sebuah waktu yang bernas dan tidak terbuang
sia-sia.Komunikasi yang baik pun,juga di jalin oleh beliau dengan semua orang
yang ada di perusahaan,baik dengan atasan,bawahan maupun rekan sejawat.Dia di
jadikan role model oleh sebagian
besar bawahannya,yang ingin sukses berkarir sepertinya dan di ajukan
sebagai the next leader oleh para
kolega dan atasannya.
Maka tak heran,banyak yang sedih (termasuk
saya) ketika di tahun ke lima bekerja di perusahaan tersebut,Mr.Taat memutuskan
resign untuk mewujudkan impiannya.Padahal waktu itu,beliau akan di promosikan
ke jabatan tertinggi di divisinya.Tekad dan idealisme mampu melawan godaan
kedudukan tinggi dan gaji besar yang di lambaikan kepadanya.
Kabar terakhir yang saya terima,beliau
mendirikan sekolah swasta bersama isteri dan sudah buka cabang di sepuluh
propinsi di Indonesia.Dan saat ini beliau berumur 45 tahun!!.
***
Cinta adalah fitrah manusia dan tidak ada
seorang manusiapun yang luput dari terjangan dan sapuan cinta. Karena cinta itu
fitrah,ia tidak dapat di salahkan.Menurut Hamka ,cinta laksana setetes embun
yang turun dari langit,bersih dan suci.Tanahnyalah yang berlainan keadaan dalam
menerimanya.Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh karena embun itu
kedurjanaan,kedustaan,penipu dan perkara tercela lainnya.Tetapi jika ia jatuh
ketanah yang subur,di sana akan tumbuh kesucian hati,keikhlasan,setia,budi
pekerti yang tinggi,serta sifat-sifat
terpuji lainnya.
Objeknya lah yang kemudian membuat cinta itu
kadang terlihat buruk dan negatif, ketika objeknya tidak siap menerima
cinta,karena penerimaannya lebih banyak masuk ke dalam dada di banding
kepala.Ketika dia merefleksikan cinta itu secara berlebihan dan kurang kontrol.Apapun
yang di lakukan berlebihan,akan berpengaruh tidak baik bagi si pelaku.Seperti
kisah Jennifer Strange,seorang wanita dari California yang meninggal
dunia,setelah minum air putih terlalu banyak.
Perasaan cinta berlebihan yang kadang
mematikan akal sehat dan membuat tindakan tidak lagi rasional itu,di alami oleh
semua individu dari berbagai tingkatan kehidupan.Baik dari masyarakat ekonomi
kelas bawah dengan latar belakang pendidikan rendah,maupun masyarakat dengan
kelas ekonomi tinggi dengan background pendidikan yang tinggi pula.
Banyak kasus yang membenarkan pernyataan di
atas.Mulai dari perasaan cinta Dimas yang masih ber-Sekolah Dasar kepada mbak
Ruroh yang sempat viral di you tube beberapa minggu yang lalu,sampai dengan cinta
pendukung gubernur petahana yang tersangkut masalah hukum dan di penjara .Atau
cinta para simpatisan fanatik ulama fenomenal yang sekarang sedang di cari tahu
keberadaannya oleh aparat yang berwenang itu.
Dengan excessive love,membuat orang-orang yang
mengalaminya bertindak abnormal dan di luar kewajaran.Di satu kubu, mereka mau
berjaga siang dan malam dan tidur di depan penjara hanya untuk menyuarakan rasa
simpati berlebihan dan terkesan lebay terhadap tokoh yang mereka kagumi.Di kubu
yang lain,mereka tetap membela idolanya dengan membabi buta,dengan hanya
berdasarkan asumsi dan pandangan sempit mereka.Menyatakan idola mereka itu
orang saleh yang tidak mungkin melakukan perbuatan tercela dan mereka menolak bukti-bukti
hukum valid yang menyatakan sebaliknya.
Padahal ada hal yang lebih penting yang harus
mereka lakukan.Bekerja untuk menafkahi diri dan keluarga,memanfaatkan waktu
untuk hal yang positif dan bermanfat untuk diri sendiri,orang lain dan
lingkungan sekitar,mereka abaikan hanya gara-gara cinta yang berlebihan itu. Love
is Blind, ungkapan yang di populerkan Wiliam Shakespeare kadang terbukti
kebenarannya pada sebagian individu.Seperti lirik lagu Gombloh yang berjudul
Lepen,’’Kalau cinta sudah Melekat,tahi kucing rasa coklat’’.
Mungkin ini yang mendasari Mr.Taat untuk tidak
mencintai perusahaan tempatnya bekerja secara berlebihan.Terkadang cinta yang
keterlaluan,bisa mengakibatkan kita kecewa.Karena kekecewaan, cinta itu kemudian
berubah jadi benci.Maka tak salah ada yang menyatakan batas antara cinta dan
benci itu,hanya sekulit ari.
Cinta untuk makhluk dan benda yang hakikatnya
tidak sempurna memang mesti di kontrol.Meniadakan kontrol atas cinta,bisa
membuat diri masuk kedalam jurang kesengsaraan dan kenestapaan.Menurut orang
bijak,cinta yang berlebihan (baca cinta sejati) hanya layak di persembahkan
untuk Yang Abadi dan Yang Maha Sempurna.
Pekanbaru,22 Mei 2017
Affan & Andi Syarmi