A homepage subtitle here And an awesome description here!

Minggu, 21 Mei 2017

Cinta Sejati Membuat Orang Menjadi Bodoh dan Kehilangan Akal Sehat




Mantan bos saya di perusahaan terakhir,pernah berkata ‘’ Jangan cintai perusahaan tempat anda bekerja secara berlebihan,karena akan ada suatu masa di mana Anda tidak lagi ingin bergabung dengan perusahaan itu, atau perusahaan tersebut tidak lagi memerlukan tenaga Anda.’’ Statementnya itu di aplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari.Lelaki ini teguh dan patuh terhadap prinsipnya itu.Mungkin karena keteguhan itulah, orang tuanya memberi nama Taat kepadanya.

Dalam ceritanya kepada saya,selama bekerja di perusahaan tersebut,beliau tidak pernah membawa persoalan kerja ke rumah.Tidak pernah menganggu waktu yang tersedia untuk isteri dan anak-anaknya.Tidak pernah mengganggu waktu untuk bertafakur dan merendahkan diri untuk memperoleh ridho Yang Maha Kuasa.Dan supaya rasa cintanya tidak berakar dan berurat terhadap perusahaan yang kemudian akan membuat idealismenya pudar,dia mengharamkan memakai atribut,embel-embel,maupun logo perusahaan kecuali hanya di kantor.

“Saya tidak ingin hanya menghabiskan umur saya,hanya untuk menjadi prajurit upahan,dan membesarkan brand produk orang lain,’’ ujarnya suatu kali.

“Saya ingin di umur yang ke-45 tahun,jabatan owner di sebuah perusahaan berskala nasional sudah tercatat di CV saya,’’ tambahnya di kali yang lain.

Prinsipnya itu,tidak membuat karirnya mandek di perusahaan.KPI-nya selalu excelent setiap tahun.Hanya dalam waktu  4 tahun,karirnya melesat cepat macam Marc Marquez yang sedang mempertahankan posisi nomor satu dari kejaran rivalnya Valentino Rossi.Saya kagum dengan beliau,karena biasanya orang-orang yang teguh dengan prinsip dan idealisme seperti ini,karir mereka redup.Banyak atasan yang mual melihat style anak buah seperti ini.

Mr.Taat membuktikan bahwa seorang yang berprinsip teguh dan berintegritas juga mampu membangun karir dengan baik.Rahasianya menurut beliau adalah dengan mengkombinasikan hal itu dengan perilaku dan sikap yang baik serta sesuai dengan aturan yang berlaku.Cabe rawit yang pedas,akan menjadi sambal yang nikmat ketika di uleg bersama dengan tomat dan bawang dalam jumlah yang pas. 

Mr.Taat selalu serius dan menghargai waktu dalam bekerja.Perencanaan yang tepat dan sistematis di jadikannya tool,sehingga setiap detik yang berlalu menjadi sebuah waktu yang bernas dan tidak terbuang sia-sia.Komunikasi yang baik pun,juga di jalin oleh beliau dengan semua orang yang ada di perusahaan,baik dengan atasan,bawahan maupun rekan sejawat.Dia di jadikan role model oleh sebagian besar bawahannya,yang ingin sukses berkarir sepertinya dan di ajukan sebagai  the next leader oleh para kolega dan atasannya.

Maka tak heran,banyak yang sedih (termasuk saya) ketika di tahun ke lima bekerja di perusahaan tersebut,Mr.Taat memutuskan resign untuk mewujudkan impiannya.Padahal waktu itu,beliau akan di promosikan ke jabatan tertinggi di divisinya.Tekad dan idealisme mampu melawan godaan kedudukan tinggi dan gaji besar yang di lambaikan kepadanya.

Kabar terakhir yang saya terima,beliau mendirikan sekolah swasta bersama isteri dan sudah buka cabang di sepuluh propinsi di Indonesia.Dan saat ini beliau berumur 45 tahun!!.

***

Cinta adalah fitrah manusia dan tidak ada seorang manusiapun yang luput dari terjangan dan sapuan cinta. Karena cinta itu fitrah,ia tidak dapat di salahkan.Menurut Hamka ,cinta laksana setetes embun yang turun dari langit,bersih dan suci.Tanahnyalah yang berlainan keadaan dalam menerimanya.Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan,kedustaan,penipu dan perkara tercela lainnya.Tetapi jika ia jatuh ketanah yang subur,di sana akan tumbuh kesucian hati,keikhlasan,setia,budi pekerti yang tinggi,serta  sifat-sifat terpuji lainnya.

Objeknya lah yang kemudian membuat cinta itu kadang terlihat buruk dan negatif, ketika objeknya tidak siap menerima cinta,karena penerimaannya lebih banyak masuk ke dalam dada di banding kepala.Ketika dia merefleksikan cinta itu secara berlebihan dan kurang kontrol.Apapun yang di lakukan berlebihan,akan berpengaruh tidak baik bagi si pelaku.Seperti kisah Jennifer Strange,seorang wanita dari California yang meninggal dunia,setelah minum air putih terlalu banyak.

Perasaan cinta berlebihan yang kadang mematikan akal sehat dan membuat tindakan tidak lagi rasional itu,di alami oleh semua individu dari berbagai tingkatan kehidupan.Baik dari masyarakat ekonomi kelas bawah dengan latar belakang pendidikan rendah,maupun masyarakat dengan kelas ekonomi tinggi dengan background pendidikan yang tinggi pula.

Banyak kasus yang membenarkan pernyataan di atas.Mulai dari perasaan cinta Dimas yang masih ber-Sekolah Dasar kepada mbak Ruroh yang sempat viral di you tube beberapa minggu yang lalu,sampai dengan cinta pendukung gubernur petahana yang tersangkut masalah hukum dan di penjara .Atau cinta para simpatisan fanatik ulama fenomenal yang sekarang sedang di cari tahu keberadaannya oleh aparat yang berwenang itu.

Dengan excessive love,membuat orang-orang yang mengalaminya bertindak abnormal dan di luar kewajaran.Di satu kubu, mereka mau berjaga siang dan malam dan tidur di depan penjara hanya untuk menyuarakan rasa simpati berlebihan dan terkesan lebay terhadap tokoh yang mereka kagumi.Di kubu yang lain,mereka tetap membela idolanya dengan membabi buta,dengan hanya berdasarkan asumsi dan pandangan sempit mereka.Menyatakan idola mereka itu orang saleh yang tidak mungkin melakukan perbuatan tercela dan mereka menolak bukti-bukti hukum valid yang menyatakan sebaliknya.

Padahal ada hal yang lebih penting yang harus mereka lakukan.Bekerja untuk menafkahi diri dan keluarga,memanfaatkan waktu untuk hal yang positif dan bermanfat untuk diri sendiri,orang lain dan lingkungan sekitar,mereka abaikan hanya gara-gara cinta yang berlebihan itu. Love is Blind, ungkapan yang di populerkan Wiliam Shakespeare kadang terbukti kebenarannya pada sebagian individu.Seperti lirik lagu Gombloh yang berjudul Lepen,’’Kalau cinta sudah Melekat,tahi kucing rasa coklat’’.

Mungkin ini yang mendasari Mr.Taat untuk tidak mencintai perusahaan tempatnya bekerja secara berlebihan.Terkadang cinta yang keterlaluan,bisa mengakibatkan kita kecewa.Karena kekecewaan, cinta itu kemudian berubah jadi benci.Maka tak salah ada yang menyatakan batas antara cinta dan benci itu,hanya sekulit ari.

Cinta untuk makhluk dan benda yang hakikatnya tidak sempurna memang mesti di kontrol.Meniadakan kontrol atas cinta,bisa membuat diri masuk kedalam jurang kesengsaraan dan kenestapaan.Menurut orang bijak,cinta yang berlebihan (baca cinta sejati) hanya layak di persembahkan untuk Yang Abadi dan Yang Maha Sempurna.



Pekanbaru,22 Mei 2017
Affan & Andi Syarmi

Senin, 08 Mei 2017

Jika Tidak Pernah di Promosikan,Carilah Perusahaan Lain atau Berhenti dan Jadilah Pengusaha




Sabtu kemarin saya singgah ke kantor, tempat saya bekerja terakhir.Saya bertemu dengan beberapa sahabat lama dan saling melepas rindu.Kemudian saya di perkenalkan  dengan beberapa karyawan baru,yang masih muda-muda.The young guns ini bergabung  dengan perusahaan, lewat program Management Trainee.

Mereka kelihatan berbeda di banding karyawan lama,baik dari segi penampilan maupun dari tata bahasa, ketika mereka berbicara.Tongkrongan sebagian besar mereka, seperti Gustav Magnar Witzoe dan Alexandra Andresen,pengusaha-pengusaha muda yang terkenal itu.Bersih,rapi dan wangi.Dan kalau berbincang dengan mereka,saya rasanya pengin berlama-lama karena betah.Yang mereka perbincangkan lebih banyak manfaatnya dari mudaratnya,karena banyak ilmu dan informasi baru yang bisa saya peroleh dari mereka.

Perbedaan mereka dengan karyawan lama begitu jomplang,bak majikan dengan jongosnya.Karyawan lama berpenampilan seadanya,bahkan terkesan slenge’an.Kadang rambut dan pakaian tak rapi kala masuk kantor,macam pendaki gunung yang di selamatkan tim SAR setelah hilang tiga hari.Jarang berkaus kaki dan pakai parfum,sehingga aroma mushalla perusahaan seperti aroma TPST Bantargebang,ketika waktu shalat berjamaah tiba.

Sebagai salah satu mantan karyawan,saya mafhum dengan keadaan ini.Selain pengetahuan mereka yang minim tentang penampilan dan marketing,perekonomian juga berpengaruh terhadap keadaan mereka sekarang.Boro-boro beli aksesoris pelengkap penampilan dan wangi-wangian,untuk makan dan biaya sekolah anak saja kadang mereka ngutang di akhir bulan.

Pendapatan yang mereka yang UMP itu,tidak lagi mencukupi kebutuhan keluarga.Kondisi keuangan mereka berbeda dengan karyawan baru,yang mendapatkan salary dengan besaran bisa  tiga kali lipat lebih banyak.Ada ketimpangan yang muncul,yang bisa mengakibatkan kecemburuan.Tapi bagi yang melek tentang marketing,tentu mereka paham dengan perbedaan pendapatan ini.Sepanjang salary itu di tetapkan dengan parameter yang jelas,dan tidak berdasarkan like atau dislike,maka perbedaan itu bisa di terima.

Philip kotler menyatakan selalu ada diskriminasi di dunia marketing.Seorang Irfan Bachdim misalnya,tentu tidak boleh iri dengan pendapatan Lionel Messi ,walaupun mereka sama-sama pesepakbola.Value  La Pulga jauh berada di atas salah satu pemain andalan sepakbola Indonesia yang pernah bermain di liga Belanda itu.El-Barca yang merupakan klub Messi saat ini,mesti membayar mahal gaji yang bersangkutan agar tetap mau bergabung dengan klub.Karena dia adalah jaminan prestasi dan lumbung pendapatan klub.Kalau Barcelona tidak membayar lebih mahal,maka ada klub sepakbola kaya lainnya yang antri menunggu tanda tangan sang Messiah.Jika hal ini terjadi,maka tentu klubnya saat ini akan rugi besar.

Itulah yang di lakukan perusahaan itu sekarang.Mereka mencari orang-orang muda potensial untuk di ajak bergabung,dengan iming-iming karir yang jelas, gaji besar dan fasilitas ok.Tujuannya adalah untuk peningkatan kinerja perusahaan,yang belakangan mulai jeblok.Kedatangan karyawan baru ini bisa juga di harapkan perusahaan sebagai trigger,untuk karyawan lama agar terlecut motivasinya,sehingga kemudian mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik supaya tidak kalah bersaing dengan yang baru.Tentu hal ini bagus untuk kemajuan perusahaan.

***

Dulu ketika saya memutuskan untuk mengambil program pensiun dini,alasannya bukan takut bersaing dengan anak-anak muda yang enerjik itu.Jika terus bekerja,saya optimis bisa bersaing.Saya lebih mengenal perusahaan beserta seluruh aspek-aspeknya,dan saya yakin kemampuan dan wawasan saya tidak kalah dari mereka.Saya merasa diri saya serupa emas,yang selalu tetap berkilau dan berharga mahal,di manapun dia berada.

Alasan utama saya untuk pensiun adalah karena saya tidak punya waktu lagi untuk terus bertahan hanya untuk posisi asisten manager atau middle managerial,ketika jatah hidup berkurang dan pengeluaran terus bertambah.Dan saya tidak melihat tanda-tanda, dalam waktu dekat saya akan di promosikan sebagai top manager.Di tambah lagi rayuan teman yang sukses berwira usaha,yang selalu terngiang di telinga dan menarik serta menyentak diri ini untuk terlepas dari belenggu comfort zone,yang sebenarnya tidak nyaman itu.

Teman itu bahkan meminjamkan saya sebuah buku karya Jaya Setiabudi,yang berjudul the Power of Kepepet,sebagai bahan renungan.Buku yang bercerita tentang kemampuan dahsyat manusia,yang baru keluar ketika dia berada di posisi yang terjepit itu,cukup menggugah saya.Kisah-kisah inspiratifnya,seperti kisah Bil Gates yang berani menawarkan program komputer kepada IBM,walaupun sebetulnya program itu baru akan di cari dan di kerjakan,sangat menarik untuk di coba.Buku ini mencoba memprovokasi pembacanya,untuk tidak menunggu momen kepepet itu,melainkan menciptakannya.

Setelah membaca buku ini dan kemudian memohon petunjuk dari Yang Maha Esa lewat shalat Istikharah,saya kemudian mantap mengambil langkah untuk berhenti menjadi prajurit upahan,dan menetapkan hati untuk berlabuh di dunia ke- wira usaha-an.

Dunia itu membuka lebar-lebar sayapnya,dan berkata ‘’Welcome to the new world,my friend.’’



Pekanbaru,8 Mei 2017
Affan & Andi Syarmi