A homepage subtitle here And an awesome description here!

Kamis, 11 Januari 2018

Sebuah Resolusi dan Hubungannya dengan Kerampang Manusia




Tahun 2017 sudah lewat.Kembang api berbagai corak dan padanan warna bersemburat di angkasa,menyambut datangnya tahun 2018.Berbagai macam pro dan kontra tentang hukum menyambut tahun baru Masehi untuk sebagian kalangan,tak membuat perayaan tahun baru ini sepi peminat.Jalanan tetap macet dan suara terompet bersahut-sahutan,macam kokok ayam menyambut subuh.Orang-orang menyanyi,menari dan bergembira di malam itu.Mereka melupakan sejenak prahara kehidupan yang terjadi di tahun lalu,untuk menyambut tahun baru dengan segala harapan dan optimisme menjulang,bagi kehidupan yang lebih baik.


Teman saya Miskam tak ikut perayaan tahun baru kali ini.Malam tahun baru di habiskan dengan menuliskan resolusinya untuk tahun baru 2018 di buku diary miliknya.Sudah menjadi kebiasaan baginya untuk selalu menuliskan itu,setiap tahun.Ceritanya kepada saya,dia terinspirasi dari sebuah buku,yang dia lupa judulnya,buku itu menyatakan bahwa ada sebuah universitas di Amerika Serikat yang melakukan penelitian dan kemudian menyimpulkan, bahwa mahasiswa yang menuliskan resolusi masa depannya, lebih sukses di banding dengan kawan-kawan mereka yang punya resolusi tapi tidak menuliskannya,apalagi dengan mereka yang tidak punya resolusi sama sekali,di masa yang akan datang.

Miskam ini adalah kawan sebangku saya waktu SMA dulu.Setamat SMA sampai dengan sekarang kami masih sering kontak-kontakan,dan beberapa kali ketemuan.Tidak banyak yang berubah dari beliau di banding waktu sekolah dulu.Fisiknya masih tetap ramping seperti dulu.Gaya bicaranya juga masih ceplas-ceplos.Yang berbeda dari beliau hanya rambut yang mulai memutih,dan kumis yang rapi dan lebih lebat di banding dulu.Waktu sekolah, kumisnya tak beraturan serta jarang-jarang,makanya nama Miskam kami sebut kependekan dari Kumis Kampret.

Kumis itu menjadi trademark dirinya sekarang.Kumis itu juga menjadi clue bagi orang lain untuk mengidentifikasi dirinya.Dia menganggap kumis adalah aset yang sangat berharga,yang mesti di rawat dengan sisir dan shampo khusus.Dia bangga akan assetnya itu,apalagi ketika ada yang bilang dia mirip dengan Rano Karno dengan kumisnya itu.

Tetapi kemudian saya agak terkejut,ketika membaca resolusinya.Memotong kumis menjadi salah satu proritasnya tahun ini.Usut punya usut,ternyata rencana potong kumis itu permintaan dari isteri beliau.Isteri Miskam tidak suka suaminya itu berkumis lebat.Selain geli,ritual khusus Miskam dalam merawat kumisnya bikin isterinya kesal.Soalnya hanya kumisnya saja yang di rawat,sementara bulu-bulu yang lain tidak.Kadang bulu-bulu yang lain itu sering terjepit di retsleting celananya,dan wara-wiri mancogok (nongol) ke luar,saking rimbunnya karena tak pernah di sentuh,apalagi di creambath.

Di tambah lagi,si Miskam ini orangnya alergian.Dia sering bersin dan ingusan,ketika cuaca dingin dan ketika berada di area yang banyak debunya.Kalau penyakitnya itu kumat,beliau suka bersin dan buang ingus sembarangan.Apalagi kalau flu itu di sertai dengan batuk berdahak.Waktu membuangnya,hanya sebagian yang jatuh ke tanah,sebagian lagi nempel di kumis.Dan yang nempel di kumis itu,kemudian bisa berpindah ke bibir,dada dan kerampang isterinya.Lho,kok bisa sampai ke situ?,entahlah,kadang kumis Miskam suka bergerilya ke mana-mana.

****

Resolusi adalah tujuan yang hendak di capai untuk masa depan.Resolusi di mulai dari mimpi yang kemudian di wujudkan dalam langkah-langkah terstruktur.Langkah langkah itu di buatkan rencananya,dan di eksekusi sesuai waktu yang telah di tetapkan.Seperti Miskam, saya dan isteri juga terbiasa menuliskan resolusi kami untuk suatu masa tertentu dalam hal mengatur keuangan misalnya .Waktu masih menjadi orang gajian,kami  selalu menyisihkan seperempat penghasilan setiap bulan untuk di tabung.Gunanya untuk masa depan anak kelak.Rencana pengeluaran harian,termasuk zakat,sedekah dan pengeluaran tidak terduga kami catat,untuk satu bulan penuh.

Untuk resolusi diri pribadi,saya juga menuliskan harapan dan sasaran yang akan di raih beserta langkah-langkah dan timelinenya.Biasanya saya pakai metode SMART  (Spesifik,Measurable,Attainable,Relevant and Timely) untuk menetapkan itu.Sejauh ini ,resolusi yang di tulis mampu membuat hidup saya lebih terencana dan terstruktur. Ada manfaat lebih yang saya rasakan dari kebiasaan ini.

Lima tahun yang lalu,resolusi saya adalah akan resign sebagai karyawan di umur 45 tahun,dan kemudian berwira usaha.Mulai dari penetapan resolusi yang saya tuliskan itu,saya mulai mengikuti pelatihan dan seminar entrepreneurship,serta mulai membangun jaringan untuk kepentingan bisnis kelak.Walaupun pada akhirnya saya pensiun lebih awal dari yang di tetapkan,karena memang hasil akhir Tuhan yang menentukan,tetapi secara mental saya lebih siap dalam mengarungi kerasnya dunia kewirausahaan.

Bill Gates adalah salah satu tokoh dunia,yang juga menetapkan resolusinya dan menuliskan langkah-langkah, berupa sebuah adaptasi program-program BASIC komputer,yang kemudian menjadi cikal bakal Microsoft,sebuah perusahaan yang membuatnya menjadi orang terkaya di dunia dalam satu dekade terakhir.

Tetapi tentu saja menuliskan resolusi dengan metode yang telah di sebutkan,bukan merupakan satu-satunya usaha yang akan membuat kita merajut kesuksesan.Di perlukan usaha-usaha lain,seperti kedisiplinan,semangat pantang menyerah dan kontiniuitas,serta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

****

Hari ini saya ketemuan kembali dengan Miskam,untuk ngobrol bareng sambil makan mie goreng dan ngopi.Miskam sekarang sudah klimis.Kumisnya sudah di babat habis.Beliau kelihatan lebih mudaan sekarang.Dia bercerita,hubungannya dengan isteri lebih harmonis sekarang,di banding dengan waktu berkumis dahulu.Walaupun dalam hati kecilnya,Miskam sebetulnya sedih karena kebanggaannya,sederet bulu-bulu  yang tumbuh di atas bibirnya,lenyap.Kini dia tak lagi di anggap mirip Rano Karno,tokoh idolanya.Kumis tak lagi menjadi tanda pengenal bagi orang-orang ,untuk mengidentifikasi dirinya.Tetapi demi isteri tercinta,pasangan hidup yang telah memberinya tiga orang anak dan kenikmatan dunia,Miskam rela tampil tanpa bulu  di wajahnya.

Sedang asyik bercerita sambil menyendok mie goreng ke mulut,Miskam yang sedang flu,tiba-tiba bersin.Maka tersemburlah cairan putih kehijau-hijauan dari hidung dan mulutnya ke piring makanan yang sedang saya nikmati.kali ini semburan tersebut full,karena tak ada lagi kumis yang menghalangi pergerakan cairan itu.Perut saya langsung mual.Selera untuk melanjutkan makan dan minum langsung hilang.

Dalam hati, saya membatin “ Ini namanya kamera ria,hari Selasa.Istrinya bahagia,kawannya yang tersiksa,dulu kerampang isterinya sekarang piring makanan saya,’’.



Pekanbaru,8 January 2018
Andi Syarmi