Tahun 2017 sudah lewat.Kembang api berbagai corak dan
padanan warna bersemburat di angkasa,menyambut datangnya tahun 2018.Berbagai
macam pro dan kontra tentang hukum menyambut tahun baru Masehi untuk sebagian
kalangan,tak membuat perayaan tahun baru ini sepi peminat.Jalanan tetap macet
dan suara terompet bersahut-sahutan,macam kokok ayam menyambut
subuh.Orang-orang menyanyi,menari dan bergembira di malam itu.Mereka melupakan
sejenak prahara kehidupan yang terjadi di tahun lalu,untuk menyambut tahun baru
dengan segala harapan dan optimisme menjulang,bagi kehidupan yang lebih baik.
Teman saya Miskam tak ikut perayaan tahun baru kali
ini.Malam tahun baru di habiskan dengan menuliskan resolusinya untuk tahun baru
2018 di buku diary miliknya.Sudah menjadi kebiasaan baginya untuk selalu
menuliskan itu,setiap tahun.Ceritanya kepada saya,dia terinspirasi dari sebuah
buku,yang dia lupa judulnya,buku itu menyatakan bahwa ada sebuah universitas di
Amerika Serikat yang melakukan penelitian dan kemudian menyimpulkan, bahwa
mahasiswa yang menuliskan resolusi masa depannya, lebih sukses di banding
dengan kawan-kawan mereka yang punya resolusi tapi tidak menuliskannya,apalagi
dengan mereka yang tidak punya resolusi sama sekali,di masa yang akan datang.
Miskam ini adalah kawan sebangku saya waktu SMA dulu.Setamat
SMA sampai dengan sekarang kami masih sering kontak-kontakan,dan beberapa kali
ketemuan.Tidak banyak yang berubah dari beliau di banding waktu sekolah
dulu.Fisiknya masih tetap ramping seperti dulu.Gaya bicaranya juga masih
ceplas-ceplos.Yang berbeda dari beliau hanya rambut yang mulai memutih,dan
kumis yang rapi dan lebih lebat di banding dulu.Waktu sekolah, kumisnya tak
beraturan serta jarang-jarang,makanya nama Miskam kami sebut kependekan dari
Kumis Kampret.
Kumis itu menjadi trademark dirinya sekarang.Kumis itu juga
menjadi clue bagi orang lain untuk mengidentifikasi dirinya.Dia menganggap
kumis adalah aset yang sangat berharga,yang mesti di rawat dengan sisir dan
shampo khusus.Dia bangga akan assetnya itu,apalagi ketika ada yang bilang dia
mirip dengan Rano Karno dengan kumisnya itu.
Tetapi kemudian saya agak terkejut,ketika membaca
resolusinya.Memotong kumis menjadi salah satu proritasnya tahun ini.Usut punya
usut,ternyata rencana potong kumis itu permintaan dari isteri beliau.Isteri
Miskam tidak suka suaminya itu berkumis lebat.Selain geli,ritual khusus Miskam
dalam merawat kumisnya bikin isterinya kesal.Soalnya hanya kumisnya saja yang
di rawat,sementara bulu-bulu yang lain tidak.Kadang bulu-bulu yang lain itu sering
terjepit di retsleting celananya,dan wara-wiri mancogok (nongol) ke luar,saking
rimbunnya karena tak pernah di sentuh,apalagi di creambath.
Di tambah lagi,si Miskam ini orangnya alergian.Dia sering
bersin dan ingusan,ketika cuaca dingin dan ketika berada di area yang banyak
debunya.Kalau penyakitnya itu kumat,beliau suka bersin dan buang ingus sembarangan.Apalagi
kalau flu itu di sertai dengan batuk berdahak.Waktu membuangnya,hanya sebagian
yang jatuh ke tanah,sebagian lagi nempel di kumis.Dan yang nempel di kumis
itu,kemudian bisa berpindah ke bibir,dada dan kerampang isterinya.Lho,kok bisa
sampai ke situ?,entahlah,kadang kumis Miskam suka bergerilya ke mana-mana.
****
Resolusi adalah tujuan yang hendak di capai untuk masa depan.Resolusi di mulai dari mimpi yang kemudian di wujudkan
dalam langkah-langkah terstruktur.Langkah langkah itu di buatkan rencananya,dan
di eksekusi sesuai waktu yang telah di tetapkan.Seperti Miskam, saya dan isteri
juga terbiasa menuliskan resolusi kami untuk suatu masa tertentu dalam hal
mengatur keuangan misalnya .Waktu masih menjadi orang gajian,kami selalu menyisihkan seperempat penghasilan setiap
bulan untuk di tabung.Gunanya untuk masa depan anak kelak.Rencana pengeluaran
harian,termasuk zakat,sedekah dan pengeluaran tidak terduga kami catat,untuk
satu bulan penuh.
Untuk resolusi diri pribadi,saya juga menuliskan harapan dan
sasaran yang akan di raih beserta langkah-langkah dan timelinenya.Biasanya saya
pakai metode SMART (Spesifik,Measurable,Attainable,Relevant
and Timely) untuk menetapkan itu.Sejauh ini ,resolusi yang di tulis mampu
membuat hidup saya lebih terencana dan terstruktur. Ada manfaat lebih yang saya
rasakan dari kebiasaan ini.
Lima tahun yang lalu,resolusi saya adalah akan resign
sebagai karyawan di umur 45 tahun,dan kemudian berwira usaha.Mulai dari
penetapan resolusi yang saya tuliskan itu,saya mulai mengikuti pelatihan dan seminar
entrepreneurship,serta mulai membangun jaringan untuk kepentingan bisnis
kelak.Walaupun pada akhirnya saya pensiun lebih awal dari yang di
tetapkan,karena memang hasil akhir Tuhan yang menentukan,tetapi secara mental
saya lebih siap dalam mengarungi kerasnya dunia kewirausahaan.
Bill Gates adalah salah satu tokoh dunia,yang juga
menetapkan resolusinya dan menuliskan langkah-langkah, berupa sebuah adaptasi
program-program BASIC komputer,yang kemudian menjadi cikal bakal
Microsoft,sebuah perusahaan yang membuatnya menjadi orang terkaya di dunia
dalam satu dekade terakhir.
Tetapi tentu saja menuliskan resolusi dengan metode yang
telah di sebutkan,bukan merupakan satu-satunya usaha yang akan membuat kita
merajut kesuksesan.Di perlukan usaha-usaha lain,seperti kedisiplinan,semangat
pantang menyerah dan kontiniuitas,serta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
****
Hari ini saya ketemuan kembali dengan Miskam,untuk ngobrol
bareng sambil makan mie goreng dan ngopi.Miskam sekarang sudah klimis.Kumisnya
sudah di babat habis.Beliau kelihatan lebih mudaan sekarang.Dia
bercerita,hubungannya dengan isteri lebih harmonis sekarang,di banding dengan
waktu berkumis dahulu.Walaupun dalam hati kecilnya,Miskam sebetulnya sedih
karena kebanggaannya,sederet bulu-bulu
yang tumbuh di atas bibirnya,lenyap.Kini dia tak lagi di anggap mirip Rano
Karno,tokoh idolanya.Kumis tak lagi menjadi tanda pengenal bagi orang-orang
,untuk mengidentifikasi dirinya.Tetapi demi isteri tercinta,pasangan hidup yang
telah memberinya tiga orang anak dan kenikmatan dunia,Miskam rela tampil tanpa
bulu di wajahnya.
Sedang asyik bercerita sambil menyendok mie goreng ke
mulut,Miskam yang sedang flu,tiba-tiba bersin.Maka tersemburlah cairan putih
kehijau-hijauan dari hidung dan mulutnya ke piring makanan yang sedang saya
nikmati.kali ini semburan tersebut full,karena tak ada lagi kumis yang
menghalangi pergerakan cairan itu.Perut saya langsung mual.Selera untuk
melanjutkan makan dan minum langsung hilang.
Dalam hati, saya membatin “ Ini namanya kamera ria,hari Selasa.Istrinya bahagia,kawannya yang tersiksa,dulu kerampang isterinya
sekarang piring makanan saya,’’.
Pekanbaru,8 January 2018
Andi Syarmi