A homepage subtitle here And an awesome description here!

Senin, 25 September 2017

Lebih Baik Merasa Tidak Berpunya Kemudian Kerja Keras Daripada Punya Sedikit Tapi Pemalas



gambar dari www.youtube.com


Ketika menunggu pengurusan SHM tanah yang baru saya beli di salah satu kantor notaris di Pekanbaru,saya di sapa oleh seorang bapak yang juga sedang menunggu di tempat itu.Beliau memperkenalkan diri sebagai pensiunan salah satu perusahaan PMA yang cukup terkenal .Namanya pak Agus.Sewaktu menjadi karyawan,beliau menempati posisi yang cukup strategis  di perusahaan tersebut.

Pak Agus bercerita panjang lebar,tentang dirinya,keluarganya dan kegiatan yang akan di lakukan untuk mengisi waktu pensiun.Hingga sampailah obrolan kami tentang keadaan negara .Tentang politik,ekonomi beserta kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.Pak Agus berpendapat Indonesia setidaknya sudah harus lebih maju di banding negara asia tenggara lainnya.Karena menurut beliau,negara kita mempunyai sumber-sumber kekayaan yang melimpah.

Negeri yang indah dengan panorama alam yang eksotik.Negeri yang terluas dan garis pantai yang terpanjang di Asia Tenggara.Negeri kaya rempah yang menarik perhatian bangsa lain,sehingga menjadi negeri jajahan selama ratusan tahun. Negeri yang menurut Koes Plus adalah butiran tanah surga yang jatuh ke bumi.

Saking kayanya indonesia ,Bahkan bapak yang masih kelihatan awet muda itu berpendapat, jika saja Indonesia di embargo secara ekonomi oleh dunia internasional,maka negara ini akan mampu mencukupi kebutuhannya untuk bertahan hidup,tanpa menimbulkan gejolak yang berarti di masyarakat.

Saya mengiyakan pendapat pak Agus, demi tata krama ke orang yang lebih tua.Padahal ada beberapa statement beliau, yang saya kurang setuju.

Indonesia mungkin kaya raya di masa lalu.Tetapi Indonesia yang sekarang, saya pikir tidak kaya-kaya amat.Dari sisi minyak bumi misalnya,produksi minyak negara ini perhari baru mencapai 820 ribu barel.Sementara kebutuhan minyak nasional adalah 1,6 juta barel perhari.780 ribu barel lagi tentu harus impor.Bahkan semenjak 2004,Indonesia sudah menjadi negara net oil importer.Cadangan minyak Indonesia tinggal 3,3 miliar barel,atau 0,2 % dari total cadangan minyak dunia.Jika tidak di temukan sumber minyak baru, cadangan minyak ini akan habis 12 tahun ke depan.

Bandingkan dengan Arab Saudi ,yang mampu memproduksi minyak mentah  10 juta barel per hari.Atau Amerika Serikat yang menghasilkan hampir 12 juta barel per hari.Bahkan cadangan minyak mentah dua negara jika di gabung mencapai 475 miliar barel.

Kemudian gula tebu,juga masih di impor.kebutuhan gula dalam negeri yang mencapai 3,2 juta pertahun,hanya terpenuhi 2,2 juta ton.Begitu juga dengan jagung,kedelai,teh, dan bahkan ubi kayu pun Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Income perkapita  baru menyentuh level  4 juta perbulan dan Indonesia pun miskin SDM berkualitas .Negara ini  di kalahkan oleh Singapura,Brunei,Malaysia dan thailand untuk scope Asia Tenggara.

Ngeri juga  membayangkan gejolak yang timbul di masyarakat akibat BBM langka misalnya. Pabrik akan berhenti berproduksi dan mengurangi tenaga kerja ,sehingga terjadi pengangguran.Banyaknya warga negara yang jobless,akan menimbulkan tingginya persentase angka kejahatan.Tidak tersedianya sumber energi yang cukup dan angka kejahatan yang tinggi,tentu mengurangi trust dari Investor yang akan menanamkan modalnya.

Di tambah lagi,kemudian terjadi antrian panjang di setiap SPBU akibat kelangkaan itu,dan harga minyak  melambung tinggi,akibat pengusaha bermodal besar menumpuk stock.Harga barang akan naik dan terjadi inflasi yang tidak terkendali.Yang pada akhirnya bisa membuat ekonomi suatu negara kolaps.

****

Kekayaan kadang-kadang membuat orang lupa untuk berbenah dan mempersiapkan diri.Mereka berpikir bahwa kekayaan akan terus bersama selamanya.Serupa dengan George Best,key player Manchester United tahun 60’an yang menghamburkan uangnya untuk hal-hal yang mubazir.Terlena dengan pujian-pujian memabukkan dan elusan deretan kaum berdada silikon, yang mengumbar sisi kefeminiman mereka ,dengan hanya menggunakan G-String dan teropong bertali kait.

Sang atacante ini baru sadar,ketika utang membengkak karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan.Dia lupa menyisihkan sebagian pemasukan untuk masa yang akan datang,di saat berada di puncak kejayaan.Lupa memperkaya diri dengan ilmu dan hal bermanfaat lain,yang akan mampu menopang hidupnya dan keluarga kelak,ketika tidak lagi di elu-elukan fans dan di kejar-kejar paparazi.Lupa memanfaatkan momentum keterkenalan dirinya,untuk hal-hal yang bisa membuat sisi finansialnya selalu berada di level aman.

Dan seperti halnya George Best,menurut saya Indonesia juga gagal memanfaatkan momentum kekayaannya di masa lalu,untuk mencapai kemakmuran di saat ini.Minyak bumi,industri kayu, tambang dan batubara yang booming di masa lalu,tidak mampu di jadikan sandaran oleh Indonesia untuk mencapai level negara maju.

Bonus demografi yang luas,terutama laut,juga terbukti gagal menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara selain dari hasil tambang dan perkebunan.Kekayaan laut Indonesia di jarah oleh bangsa lain.Para nelayan tidak berdaulat di lautnya sendiri,di masa lalu. Terbukti sekarang Indonesia tetap menjadi negara medioker,dikalahkan oleh negara tetangga Malaysia dan Singapura.Padahal Indonesia lebih dulu merdeka di banding dua negara ini.

Mungkin di masa itu hasil kekayaan negara tidak di pergunakan untuk hal-hal yang tepat.Membangun SDM yang handal misalnya atau membangun infrastruktur, agar negara ini mempunyai daya saing dengan negara lain.Pendapatan negara di masa lalu ,bisa jadi habis untuk subsidi tidak tepat sasaran.Atau di pergunakan oleh sebagian orang untuk kepentingan pribadi dan golongan. 

Ibarat mengurus perusahaan yang baru berdiri,pendapatan company seyogyanya tidak boleh di ambil oleh pemilik saham,melainkan hanya sedikit.Para pemilik saham harus sepakat mengencangkan ikat pinggang.Sebagian besar keuntungan mestinya di tambahkan ke modal usaha.Sehingga pergerakan perusahaan menjadi dinamis.Kalaupun terpaksa harus berutang,maka hal itu di lakukan untuk hal-hal produktif yang bisa membuat perusahaan bertambah maju dan berkembang.

****

Saya pikir rezim pemerintahaan saat ini sudah melakukan upaya untuk mengejar ketertinggalan Indonesia.Program-program penguatan daya saing negara,sudah mulai di lakukan lewat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.Wacana menjadikan Indonesia sebagai poros maritim juga sudah mulai menampakan hasil.Produk Domestik Bruto  sektor perikanan tumbuh 11% di banding tahun lalu.Penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak juga melonjak di sektor ini.

Harusnya dari dulu hal ini di lakukan.Tetapi saya juga mengerti bahwasanya wacana seperti ini beresiko politis.Pemimpin negara yang melakukan strategi ini,beresiko kehilangan popularitas,yang menjadi syarat utama dalam dunia politik, untuk di pilihkembali.Hanya orang yang punya nyali,yang berani melakukannya di periode pertama kepemimpinannya.

Alokasi anggaran yang besar untuk pembangunan infrastruktur akan menguras kas negara.Pengeluaran bisa jadi lebih besar dari pendapatan.Sehingga terjadi defisit anggaran.Untuk menutup defisit agar tidak terlalu besar,maka pendapatan harus di genjot semaksimal mungkin, pengeluaran yang tidak perlu di kurangi atau bahkan di tiadakan,serta penambahan utang negara.

Pendapatan dari pajak mesti di intensifkan dan subsidi di batasi serta di kurangi.Belanja pemerintah non produktif seperti perbaikan gedung yang tidak mendesak,study banding,meeting di hotel berbintang juga mesti di kurangi.

Langkah-langkah yang di lakukan pemerintah ini akan berpotensi berimbas kepada naiknya harga  dan menurunnya daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga, yang kemudian menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi negara.Pertumbuhan ekonomi yang turun,akan berakibat kepada bertambahnya persentase pengangguran dan rakyat miskin.
Momen ini akan di manfatkan oleh lawan-lawan politik sebagai senjata untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah.Akan ada berita yang menyatakan bahwasanya pemerintah yang sekarang tidak cakap dan tidak layak memimpin negara.Di tambah dengan bumbu-bumbu lain,seperti asal-usul kepala pemerintahaan dan kaitannya dengan organisasi terlarang.

Tetapi pilihan harus di ambil.Harga diri bangsa harus di angkat.Agar bumi khatulistiwa ini tidak di bully lagi dengan sebutan Indon oleh sebagian masyarakat Malaysia,sebuah sebutan hina,karena mungkin banyak warga Indonesia yang menjadi ‘’budak’’ di sana.Agar  bangsa ini tidak lagi di sebut sebagai negeri antah berantah oleh Justin Bieber,karena kesemrawutan,kekumuhan  dan  kemacetan kota,serta banjir yang sering melanda.

Menjadi bangsa yang besar dan terhormat kadangkala butuh pengorbanan.Bekerja keras dan merubah mindset dari bangsa kaya raya yang punya segalanya ke bangsa yang punya kekayaan terbatas dan suatu waktu akan habis,sangat di perlukan untuk berbuat dan berinovasi lebih.

Saya kemudian teringat petuah orang tua,ketika saya memutuskan merantau , 20 tahun yang lalu,”Lebih baik merasa merasa berkekurangan dan berketerbatasan untuk selalu bekerja keras agar hal itu tertutupi,daripada merasa cukup dan berkelebihan sehingga berhenti berusaha dan berkarya.’’



Pekanbaru,25 September 2017
Andi syarmi