![]() |
gambar dari www.youtube.com |
Ketika menunggu pengurusan SHM tanah yang baru
saya beli di salah satu kantor notaris di Pekanbaru,saya di sapa oleh seorang
bapak yang juga sedang menunggu di tempat itu.Beliau memperkenalkan diri
sebagai pensiunan salah satu perusahaan PMA yang cukup terkenal .Namanya pak
Agus.Sewaktu menjadi karyawan,beliau menempati posisi yang cukup strategis di perusahaan tersebut.
Pak Agus bercerita panjang lebar,tentang
dirinya,keluarganya dan kegiatan yang akan di lakukan untuk mengisi waktu
pensiun.Hingga sampailah obrolan kami tentang keadaan negara .Tentang
politik,ekonomi beserta kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.Pak Agus
berpendapat Indonesia setidaknya sudah harus lebih maju di banding negara asia tenggara lainnya.Karena
menurut beliau,negara kita mempunyai sumber-sumber kekayaan yang melimpah.
Negeri yang indah dengan panorama alam yang eksotik.Negeri yang terluas dan garis pantai yang terpanjang di Asia Tenggara.Negeri kaya rempah yang menarik perhatian bangsa lain,sehingga menjadi negeri jajahan selama ratusan tahun. Negeri yang menurut Koes Plus adalah butiran tanah surga yang jatuh ke bumi.
Negeri yang indah dengan panorama alam yang eksotik.Negeri yang terluas dan garis pantai yang terpanjang di Asia Tenggara.Negeri kaya rempah yang menarik perhatian bangsa lain,sehingga menjadi negeri jajahan selama ratusan tahun. Negeri yang menurut Koes Plus adalah butiran tanah surga yang jatuh ke bumi.
Saking kayanya indonesia ,Bahkan bapak yang masih
kelihatan awet muda itu berpendapat, jika saja Indonesia di embargo secara
ekonomi oleh dunia internasional,maka negara ini akan mampu mencukupi
kebutuhannya untuk bertahan hidup,tanpa menimbulkan gejolak yang berarti di
masyarakat.
Saya mengiyakan pendapat pak Agus, demi tata
krama ke orang yang lebih tua.Padahal ada beberapa statement beliau,
yang saya kurang setuju.
Indonesia mungkin kaya raya di masa lalu.Tetapi
Indonesia yang sekarang, saya pikir tidak kaya-kaya amat.Dari sisi minyak bumi
misalnya,produksi minyak negara ini perhari baru mencapai 820 ribu
barel.Sementara kebutuhan minyak nasional adalah 1,6 juta barel perhari.780
ribu barel lagi tentu harus impor.Bahkan semenjak 2004,Indonesia sudah menjadi
negara net oil importer.Cadangan
minyak Indonesia tinggal 3,3 miliar barel,atau 0,2 % dari total cadangan minyak
dunia.Jika tidak di temukan sumber minyak baru, cadangan minyak ini akan habis
12 tahun ke depan.
Bandingkan dengan Arab Saudi ,yang mampu
memproduksi minyak mentah 10 juta barel
per hari.Atau Amerika Serikat yang menghasilkan hampir 12 juta barel per hari.Bahkan
cadangan minyak mentah dua negara jika di gabung mencapai 475 miliar barel.
Kemudian gula tebu,juga masih di
impor.kebutuhan gula dalam negeri yang mencapai 3,2 juta pertahun,hanya
terpenuhi 2,2 juta ton.Begitu juga dengan jagung,kedelai,teh, dan bahkan ubi
kayu pun Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negerinya.
Income perkapita baru menyentuh level 4 juta perbulan dan Indonesia pun miskin SDM
berkualitas .Negara ini di kalahkan oleh
Singapura,Brunei,Malaysia dan thailand untuk scope Asia Tenggara.
Ngeri juga membayangkan gejolak yang timbul di masyarakat
akibat BBM langka misalnya. Pabrik akan berhenti berproduksi dan mengurangi
tenaga kerja ,sehingga terjadi pengangguran.Banyaknya warga negara yang jobless,akan menimbulkan tingginya
persentase angka kejahatan.Tidak tersedianya sumber energi yang cukup dan angka
kejahatan yang tinggi,tentu mengurangi trust
dari Investor yang akan menanamkan modalnya.
Di tambah lagi,kemudian terjadi antrian
panjang di setiap SPBU akibat kelangkaan itu,dan harga minyak melambung tinggi,akibat pengusaha bermodal
besar menumpuk stock.Harga barang akan naik dan terjadi inflasi yang tidak
terkendali.Yang pada akhirnya bisa membuat ekonomi suatu negara kolaps.
****
Kekayaan kadang-kadang membuat orang lupa untuk berbenah dan mempersiapkan diri.Mereka berpikir bahwa kekayaan akan terus bersama selamanya.Serupa dengan George Best,key player Manchester United tahun 60’an yang menghamburkan uangnya untuk hal-hal yang mubazir.Terlena dengan pujian-pujian memabukkan dan elusan deretan kaum berdada silikon, yang mengumbar sisi kefeminiman mereka ,dengan hanya menggunakan G-String dan teropong bertali kait.
Sang atacante ini baru sadar,ketika utang
membengkak karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan.Dia lupa menyisihkan
sebagian pemasukan untuk masa yang akan datang,di saat berada di puncak
kejayaan.Lupa memperkaya diri dengan ilmu dan hal bermanfaat lain,yang akan
mampu menopang hidupnya dan keluarga kelak,ketika tidak lagi di elu-elukan fans
dan di kejar-kejar paparazi.Lupa memanfaatkan momentum keterkenalan
dirinya,untuk hal-hal yang bisa membuat sisi finansialnya selalu berada di
level aman.
Dan seperti halnya George Best,menurut saya
Indonesia juga gagal memanfaatkan momentum kekayaannya di masa lalu,untuk
mencapai kemakmuran di saat ini.Minyak bumi,industri kayu, tambang dan batubara
yang booming di masa lalu,tidak mampu di jadikan sandaran oleh Indonesia untuk
mencapai level negara maju.
Bonus demografi yang luas,terutama laut,juga
terbukti gagal menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara selain dari hasil
tambang dan perkebunan.Kekayaan laut Indonesia di jarah oleh bangsa lain.Para
nelayan tidak berdaulat di lautnya sendiri,di masa lalu. Terbukti sekarang
Indonesia tetap menjadi negara medioker,dikalahkan oleh negara tetangga
Malaysia dan Singapura.Padahal Indonesia lebih dulu merdeka di banding dua
negara ini.
Mungkin di masa itu hasil kekayaan negara tidak
di pergunakan untuk hal-hal yang tepat.Membangun SDM yang handal misalnya atau
membangun infrastruktur, agar negara ini mempunyai daya saing dengan negara
lain.Pendapatan negara di masa lalu ,bisa jadi habis untuk subsidi tidak tepat
sasaran.Atau di pergunakan oleh sebagian orang untuk kepentingan pribadi dan
golongan.
Ibarat mengurus perusahaan yang baru berdiri,pendapatan
company seyogyanya tidak boleh di ambil oleh pemilik saham,melainkan hanya
sedikit.Para pemilik saham harus sepakat mengencangkan ikat pinggang.Sebagian
besar keuntungan mestinya di tambahkan ke modal usaha.Sehingga pergerakan
perusahaan menjadi dinamis.Kalaupun terpaksa harus berutang,maka hal itu di
lakukan untuk hal-hal produktif yang bisa membuat perusahaan bertambah maju dan
berkembang.
****
Saya pikir rezim pemerintahaan saat ini sudah melakukan upaya untuk mengejar ketertinggalan Indonesia.Program-program penguatan daya saing negara,sudah mulai di lakukan lewat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.Wacana menjadikan Indonesia sebagai poros maritim juga sudah mulai menampakan hasil.Produk Domestik Bruto sektor perikanan tumbuh 11% di banding tahun lalu.Penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak juga melonjak di sektor ini.
Harusnya dari dulu hal ini di lakukan.Tetapi
saya juga mengerti bahwasanya wacana seperti ini beresiko politis.Pemimpin
negara yang melakukan strategi ini,beresiko kehilangan popularitas,yang menjadi
syarat utama dalam dunia politik, untuk di pilihkembali.Hanya orang yang punya
nyali,yang berani melakukannya di periode pertama kepemimpinannya.
Alokasi anggaran yang besar untuk pembangunan
infrastruktur akan menguras kas negara.Pengeluaran bisa jadi lebih besar dari pendapatan.Sehingga
terjadi defisit anggaran.Untuk menutup defisit agar tidak terlalu besar,maka
pendapatan harus di genjot semaksimal mungkin, pengeluaran yang tidak perlu di kurangi
atau bahkan di tiadakan,serta penambahan utang negara.
Pendapatan dari pajak mesti di intensifkan dan
subsidi di batasi serta di kurangi.Belanja pemerintah non produktif seperti
perbaikan gedung yang tidak mendesak,study banding,meeting di hotel berbintang
juga mesti di kurangi.
Langkah-langkah yang di lakukan pemerintah ini
akan berpotensi berimbas kepada naiknya harga
dan menurunnya daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga, yang
kemudian menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi negara.Pertumbuhan ekonomi
yang turun,akan berakibat kepada bertambahnya persentase pengangguran dan
rakyat miskin.
Momen ini akan di manfatkan oleh lawan-lawan
politik sebagai senjata untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah.Akan ada
berita yang menyatakan bahwasanya pemerintah yang sekarang tidak cakap dan
tidak layak memimpin negara.Di tambah dengan bumbu-bumbu lain,seperti asal-usul kepala pemerintahaan dan
kaitannya dengan organisasi terlarang.
Tetapi pilihan harus di ambil.Harga diri
bangsa harus di angkat.Agar bumi khatulistiwa ini tidak di bully lagi dengan
sebutan Indon oleh sebagian masyarakat Malaysia,sebuah sebutan hina,karena mungkin
banyak warga Indonesia yang menjadi ‘’budak’’ di sana.Agar bangsa ini tidak lagi di sebut sebagai negeri
antah berantah oleh Justin Bieber,karena kesemrawutan,kekumuhan dan
kemacetan kota,serta banjir yang sering melanda.
Menjadi bangsa yang besar dan terhormat kadangkala
butuh pengorbanan.Bekerja keras dan merubah mindset dari bangsa kaya raya yang
punya segalanya ke bangsa yang punya kekayaan terbatas dan suatu waktu akan
habis,sangat di perlukan untuk berbuat dan berinovasi lebih.
Saya kemudian teringat petuah orang tua,ketika
saya memutuskan merantau , 20 tahun yang lalu,”Lebih baik merasa merasa
berkekurangan dan berketerbatasan untuk selalu bekerja keras agar hal itu
tertutupi,daripada merasa cukup dan berkelebihan sehingga berhenti berusaha dan
berkarya.’’
Pekanbaru,25 September 2017
Andi syarmi
0 komentar:
Posting Komentar