A homepage subtitle here And an awesome description here!

Sabtu, 02 Desember 2017

Apakah Modal dan Nama Besar ,Jaminan Kesuksesan ?





Bertemu kembali dengan rekan-rekan seperjuangan semasa masih menjadi sales force di salah satu perusahaan beverage terkenal,selalu menyenangkan.Gelak tawa serta umpatan ‘garah kudo’ sahut menyahut tak berhenti,ketika kami berkumpul di sebuah kedai kopi.Yang kena umpat balik mengumpat,begitu seterusnya.Pengunjung yang lain lirak-lirik,mungkin mereka merasa tidak nyaman dengan suara-suara bising yang kami keluarkan.Bahkan sebahagian ada yang keluar ruangan,walaupun kopinya belum habis,ketika ada kawan kami yang tersedak dan kemudian tersemburlah bekas kopi yang ada di kerongkongan dan hidungnya di sertai gumpalan hijau kekuning-kuningan.Kebetulan kawan ini sedang batuk berdahak.

Kami bercengkrama ngalor-ngidul,di selingi cerita-cerita jadul yang legendaris tentang kompetisi lomba jenggot terpanjang antar negara,yang akhirnya di menangi oleh wakil Indonesia.Kemenangan itu bukan karena jenggotnya lebih panjang dari peserta lain,tetapi karena kecerdikan yang turun-temurun di keluarganya,yang terpatri dalam sebuah ungkapan ”Taimpik nak di ateh,takuruang nak di lua”.Jenggotnya yang hanya sekepalan tangan itu di tutup setengahnya dengan kerah baju,kemudian retsleting celananya yang tidak pakai dalaman tersebut di buka lebar-lebar.Juri yang menilai,menyangka jenggot si Indonesia ini tumbuh memanjang sampai ke kerampangnya.Maka di ganjarlah dia dengan penghargaan The longest beard in the world.

Kemudian sampailah ceritanya tentang keadaan perusahaan di tempat kami bekerja terakhir,akhir-akhir ini.Sepertinya perusahaan itu sedang berjuang untuk tetap exist di dunia minuman siap saji di tanah air.Walaupun beberapa produknya menyandang predikat sebagai salah satu merk paling mahal di negeri ini,tetap saja itu tidak menjamin perusahaan untuk beroleh profit dan market share yang lebih tinggi di banding para pesaingnya.Berbagai upaya mereka lakukan,untuk bertahan hidup dalam kerasnya persaingan tersebut.

Manajemen perusahaan itu juga melakukan langkah-langkah perbaikan guna menghadapi perubahan landscape bisnis jaman now.Ketika dahulu mereka mengerjakan sendiri mulai dari manufaktur sampai distribusinya,sekarang mereka sudah bermitra dengan pihak lain.Walaupun akibatnya ada PHK massal yang di lakukan.Dahulu sistem yang di gunakan tidak terintegrasi satu sama lain, Sekarang  kabarnya sistemnya sudah terintegrasi.Walaupun perusahaan mengeluarkan biaya milyaran untuk itu.Dahulu rekrutmen karyawan dilakukan di lakukan asal-asalan,terutama di divisi distribusi,sehingga ada beberapa personil yang tidak tamat SD,bahkan ada yang buta huruf,lulus menjadi karyawan.Today,hal tersebut tidak terjadi lagi.

Saya pikir langkah ini sangat layak di lakukan perusahaan untuk tetap bisa bersaing.Organisasi yang tidak ramping,tentu membuat laju perusahaan menjadi lamban dan tidak lincah.Sistem perusahaan yang terintegrasi dan kredibel juga sangat di perlukan,sehingga semua pergerakan company terpantau dan tereview.karyawan yang cakap tentu akan menambah daya saing perusahaan,yang ujungnya kemudian adalah profit achievement.

****

Dengan segala manuver yang dilakukan oleh beverages company tersebut,di tambah dengan modal besar yang mereka punya,harusnya mereka merajai dunia minuman siap saji di tanah air ini.Tetapi pada kenyataannya,secara umum mereka dikalahkan oleh para kompetitornya.Apa yang salah dengan perusahaan ini ?

Sebagai mantan karyawan,saya mencoba meraba dan menganalisa dari sudut pandang seorang pekerja lapangan.berikut poin-poinnya :

1.       Asumsi negatif masyarakat tentang minuman berkarbonasi

Adanya berita-berita di media sosial yang cenderung negatif dan menyudutkan minuman berkarbonasi.Walaupun belum terbukti kebenarannya,tetapi sebagian teman,saudara dan kerabat saya percaya dengan berita itu.Di tambah lagi ada wacana dari pemerintah untuk menetapkan tarif cukai untuk jenis minuman ini.Yang artinya konsumsi akan produk ini perlu di kendalikan,di awasi peredarannya karena ada dampak negatif yang di timbulkannya bagi masyarakat.

Hal itu di akui oleh ketua Asrim (Asosiasi Industri Minuman Ringan) Triyono Pridjosoesilo,yang menyatakan bahwa berita-berita negatif itu menjadi penyebab kedua terbesar, turunnya penjualan minuman ringan.Termasuk minuman berkarbonasi di dalamnya.

2.       Regenerasi top manajerial yang tidak jalan

Salah satu yang menjadi perhatian saya selama bergabung dengan perusahaan ini adalah top manajerialnya. Orangnya tua-tua dan itu-itu saja, semenjak 15 tahun terakhir.Padahal zaman sudah berubah.Menurut Rhenald Kasali ,sekarang adalah era disruption.Dimana konsep-konsep sales marketing dan distribusi zaman old sudah usang dan perlu pembaharuan.

Keberhasilan distribusi tidak lagi hanya soal kelengkapan produk dan di pajang di tempat-tempat dominan di outlet,agar terjadi keinginan konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk tersebut.Tetapi bagaimana distribusi itu kemudian mampu meningkatkan daya saing produk,lewat harga misalnya dan kemudahan konsumen untuk mendapatkan produk tersebut,sehingga terjadi peningkatan penjualan dan keuntungan.

Salah satu contoh strategi old fashion dari para tokoh tua itu adalah lemari pendingin yang hampir sebesar rumah 4L (Lu lagi, lu lagi),di sediakan perusahaan dengan harapan produk di pajang lengkap di bagian paling depan outlet dalam keadaan dingin.Padahal refrigerator itu perlu biaya pembelian,pendistribusian dan perawatan yang tidak sedikit.Biaya-biaya itu,kemudian menyebabkan harga produk menjadi tidak bersaing bila di banding dengan harga produk kompetitor.Lihat produk-produk minuman lain yang hampir tidak punya lemari pendingin,tetapi mereka mampu menjadi market leader di bidangnya.karena konsep mereka tidak lagi bertumpu kepada owning melainkan sharing.

Hemat saya perlu ada regenerasi top manajerial yang berkesinambungan,misal 5 tahun sekali mesti di ganti.Atau kalau yang bersangkutan sangat berprestasi bolehlah dia menduduki kursi tersebut selama 10 tahun.Dan yang menduduki posisi itu sebaiknya yang muda-muda,macam Azrul Ananda atau Nadiem Makarim.Jangan yang tua,karena era mereka sudah lewat.Energi dan passion mereka terhadap pekerjaan tentu tidak segarang yang muda.Yang berlebih dari mereka mungkin hanya hasrat pada perempuan.Kalau soal ini mereka mungkin jagonya.Mereka mampu mendeteksi keberadaan perempuan cantik yang akan di taklukan.Serupa dengan tokoh Ucil dalam film Tuyul dan mbak Yul yang sinyal  di dekat pusarnya berbunyi apabila ada tuyul lain yang mendekatinya.

3.       Laporan ABS (Asal Bapak Senang)

Seringkali jika penjualan turun atau target tidak tercapai Manajer tingkat bawah sampai tingkat atas kasak-kasak,macam orang yang terkena bisul di ekornya.Duduk tak enak,tidurpun demikian.Agar tidak di salahkan presiden direktur waktu presentasi pertanggung jawaban,maka di aturlah cara agar proses distribusinya di anggap sudah mendekati maksimal.Artinya penjualan yang tidak mencapai target itu,bisa di maklumi karena ada faktor-faktor lain yang berada di luar jangkauan para manajer tersebut.Seperti penurunan daya beli masyarakat dll.

Proses distribusinya di buat sesempurna mungkin,walaupun sebetulnya sebagian darinya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.Seperti total pelanggan/outlet yang di tambah,agar distribusi kelihatan lebih dalam.Tapi kadang outlet tambahan itu sebetulnya tidak potensial dan bahkan ada yang fiktif.Aktif outlet kemudian juga di atur.Outlet yang layak di delete dari list daftar kunjungan salesman karena hanya bertransaksi sekali dalam 2 bulan,di atur bertransaksi sekali seminggu.Laporan lemari pendingin pun demikian.

Laporan-laporan yang tidak valid ini,tentu berakibat buruk bagi perusahaan.Bisa saja perusahaan salah dalam penetapan strategi,yang berimbas kepada kerugian secara finansial.

4.       Karyawan dan pelanggan yang tidak puas terhadap layanan,perlakuan dan tindakan manajemen      perusahaan

Menurut Dana Jones (1996),ada hubungan positif antara kepuasan karyawan dengan kepuasan pelanggan.Artinya ketika karyawan puas,maka akan berimbas kepada kepuasan pelanggan.Ketika manajemen ingin pelanggannya puas,maka mereka harus membuat karyawannya puas dulu.Karyawan yang tidak puas akan mengajak serta para pelanggan untuk ikut-ikutan tidak puas atas layanan,perlakuan dan tindakan manajemen perusahaan.

Karyawan harus di buat termotivasi sehingga mereka sukarela mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk kemajuan perusahaan.Bentuk motivasi tersebut bisa berupa menciptakan jenjang karir yang jelas,menyediakan reward dan fasilitas oke dan memberikan pendapatan yang pantas kepada karyawan.

Jadi bagaimana mungkin akan tercipta kepuasan pelanggan,yang kemudian berimbas kepada kenaikan sales volume penjualan dan keuntungan perusahaan,jika manajemen mencabut fasilitas yang sudah baik,membuat suasana dan lingkungan kerja yang tidak kondusif lewat ancaman-ancaman verbal dan memberikan pendapatan yang cenderung kecil kepada karyawannya,hanya karena tujuan perusahaan untuk efisiensi biaya.Menurut berbagai literatur, efisiensi biaya yang mematikan motivasi karyawan, justru bisa membuat perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih besar di masa yang akan datang.

****

Tak terasa sudah hampir 3 jam kami ngobrol dan diskusi,kopi yang di gelas masih penuh,tetapi airnya tidak hitam pekat lagi,karena sudah tercampur dengan air putih.Pemilik kedai kopi sudah masam raut wajahnya.Secara hitung-hitungan bisnis,tentu dia rugi.Dia sudah menyediakan banyak fasilitas.Mulai dari ruangan full AC,free wifi dan pramuniaga cantik mulus yang pakaiannya kekecilan.Sementara masing-masing kami cuma memesan satu gelas kopi,satu gelas es batu,di tambah cemilan yang total rupiahnya hanya lima belas ribu.

Tapi kalau di pikir-pikir, si owner salah juga bikin strategi.Harusnya ada harga tambahan untuk pengunjung yang lebih dari satu jam.Serupa dengan parkiran mall,tarif parkir 1 jam pertama dengan jam berikutnya berbeda.

Tetapi walaupun pemilik kedai kopi itu terlihat kesal,para karyawan dan karyawati tetap profesional menjalankan tugasnya.Mereka tetap ramah dan memberikan senyum termanisnya kepada kami.Mungkin itu salah satu faktor yang membuat kedai kopi ini,selalu ramai di kunjungi orang.Ketika kepuasan pelanggan tercipta,maka akan ada kunjungan dan pembelian ulang.Kepuasan pelanggan tidak melulu soal cita rasa produk,tetapi juga soal pelayanan yang istimewa.

Akhirnya kami sepakat mengakhiri pertemuan dan berjanji akan visit kembali ke kedai kopi ini untuk meeting berikutnya.

Rudi teman saya yang rambutnya sudah ubanan,tiba-tiba berbisik ”Fan,gua pinjam duit elu lima puluh ribu,ya ,”.

” Buat apaan,Rud ,”Tanya saya kepadanya.

” Buat ngasih uang tip,sama pelayan yang paling mulus itu.Mana tahu bisa di ajak kenalan dan di mintai No.Telpon ,“ jawabnya sambil tersenyum mesum.

Tertarik dengan yang mulus tidak hanya hak yang muda-muda saja,tetapi juga bagi calon Manula seperti Rudi.Dia ini termasuk Tua-tua milenial,makin tua makin gatal.


Artikel ini bersumber dari pengalaman Affan ,teman saya ketika bekerja di sebuah perusahaan terkenal

 
Pekanbaru,30 November 2017
Andi Syarmi

Sabtu, 04 November 2017

Adakah Manusia yang Tulus Ikhlas Memikirkan dan Menolong Individu yang Lain ?


 
Sudah hampir seminggu ini di Pekanbaru,cuacanya sangat panas.Infonya, suhu mencapai 34C.Tati tetangga saya mengeluh,dengan kondisi begini dia repot,karena harus menutup seluruh tubuhnya dengan berbagai macam aksesoris.Dari sweater sampai dengan penutup kepala lubang tiga yang sering di pakai rampok dan copet ketika beraksi.Tati tidak ingin penampilannya ternoda,gara-gara kulitnya belang terkena sengatan matahari.Bagi Tati penampilan adalah numero uno.Pekerjaannya sebagai SPG menuntutnya untuk menjaga penampilan.

Sebetulnya dengan menutup keseluruhan tubuh,Tati juga merasa tidak nyaman .Suhu badannya menjadi naik,sehingga keringat bercucuran.Keringat yang bercampur dengan bakteri yang nangkring di bulu-bulu tubuh akan menimbulkan bau tak sedap.Untuk seorang SPG  yang di kelilingi banyak orang,aroma tubuh yang asam dan apek semerbak itu , tentu sangat tidak di harapkan.

Ketika datang musim hujan,Tati juga mengeluh.Katanya bawa kendaraannya jadi susah,karena kaca helm jadi kabur ,lantaran tepercik butiran air hujan.Belum lagi di ciprati butiran lumpur dari armada roda empat yang berada di depan kendaraannya.Riasan wajah dan dandanan bisa rusak karenanya.

Kondisi yang ideal bagi Tati adalah cuaca yang tidak panas, tidak hujan ,jalanan yang tidak macet dan tidak ber-abu.Dia bisa bebas beraktifitas,sesuai keinginannya.Tidak peduli hak dan kepentingan orang lain.Bagi Tati, pusat dunia adalah dirinya.Segala macam situasi dan kondisi dunia harus disesuaikan dengan kepentingannya.

Serupa dengan segelintir orang yang merasa dirinya orang berkuasa karena mewakili suara orang banyak.Ketika ada aturan yang di anggap mengkerdilkan dirinya dan organisasi tempat mereka bernaung,maka aturan-aturan tersebut harus di rubah dan di sesuaikan dengan kehendaknya.Mereka mendompleng nama rakyat untuk memuluskan urusan.Padahal sebagian besar rakyat kadang tidak setuju dengan aksi yang mereka mainkan.

 Maka terciptalah kemudian sebutan’’ fun shoes’’. Yang kemungkinan semuanya hanya akal bulus.Supaya kekuasaan tidak tergerus dan kepentingan  berjalan mulus.

Atau macam pengusaha kaya yang main officenya di negara lain,tapi mau membangkang terhadap peraturan negara tempat pabrik pengolahannya berdiri.Negara itu mesti mengakomodir segala keinginannya.Bukankah dia telah berinvestasi triliunan rupiah ?.Yang dengan investasi itu pengangguran berkurang dan ekonomi di tempat tersebut menjadi bangkit.Tak peduli lahan yang di lindungi rusak.Yang karena kerusakan itu bisa menimbulkan banjir,kekeringan dan perubahan iklim yang ekstrim.Dan kemudian berdampak kepada masyarakat luas.

Maka kemudian berdemolah karyawan sepanjang jalan.Mereka terintimidasi oleh berita PHK massal yang akan di berlakukan perusahaan.Tentu mereka was-was akan kehilangan pekerjaan.Yang berarti kehilangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan.Dan ujung-ujungnya  bisa di cuekin isteri dan tidak dikasih jatah malam jumatan.

Atau seperti demo para nelayan yang menuntut agar menteri kelautan Susi Pujiastuti,di copot dari jabatannya.Karena menurut mereka, beliau menyengsarakan nelayan Indonesia lewat berbagai keputusan dan peraturan-peraturan yang di buatnya.Padahal menurut menteri Susi,semua itu di berlakukan untuk keberdaulatan,keberlanjutan dan kesejahteraan nelayan Indonesia.

Negara lewat KKP(Kementerian Kelautan & Perikanan),sudah merumuskan berbagai langkah untuk mewujudkan 3 pokok kebijakan tersebut.Penenggalaman kapal asing yang melakukan ilegal fishing,moratorium kapal-kapal besar eks asing yang terbukti melakukan ilegal fishing dan tidak bayar pajak ,kemudian melarang alih muat (Transhipment) di tengah laut,yang kerap di salah gunakan dengan membawa langsung hasil tangkapan ikan ke luar negeri tanpa di laporkan ke otoritas yang berwenang,serta melarang investasi asing di bidang penangkapan ikan,namun membuka investasi asing itu sampai 100% di bidang pengolahan untuk mendukung industri hilir,adalah wujud dari keberdaulatan laut Indonesia.

Kemudian untuk keberlanjutan,KKP melarang penggunaan alat tangkap yang bisa merusak lingkungan dan habitat ikan serta mengancam kelestarian stock ikan dan hasil laut,seperti trawl dan cantrang.Hasil dari kebijakan keberdaulatan dan keberlanjutan laut, tentu akan menciptakan kesejahteraan nelayan Indonesia.Ini terbukti dari indikator Nilai Tukar Nelayan dan Nilai Tukar Usaha Nelayan terus meningkat.PDB sektor perikanan tumbuh 11% dan penerimaan negara dari pajak juga meningkat di sektor ini.

Tetapi bagi sebagian orang aksi-aksi KKP ini tidak ada artinya.Bagi mereka itu adalah pencitraan semata.Untuk kepentingan pemilu berikutnya.Karena tidak sesuai dengan keinginan dan kehendak mereka.Tetapi sebetulnya mungkin saja dalam hati mereka  mengakui dan memuja.Namun ego,kepentingan dan pundi-pundi dunia menutup hati dan membutakan mata.

****

Mbok ya,sekali-kali mikiri hak orang lain.Atau bersedia mengalah untuk kepentingan yang lebih besar.Jangan melulu hanya think about our self only.Kadang ungkapan ”Lamak dek awak katuju dek urang”(kita enak,orang lain bahagia),mesti di aplikasikan dalam kehidupan.

Bagi organisasi yang mengemban amanah orang banyak misalnya, kepentingan masyarakat harus di dahulukan di banding dengan kepentingan organisasi dan pribadi.Jangan sampai amanah yang sudah di berikan,ternodai oleh perbuatan –perbuatan yang bertolak belakang dengan yang di janjikan.

Seorang suami sebagai kepala keluarga dan penentu keputusan,kadang-kadang harus mengalah kepada anak, ketika film Doraemon di putar di minggu pagi.Padahal sang kepala keluarga pengin nonton Tinju dunia dan Moto GP dengan VR 46-nya.Ego mesti di kesampingkan untuk kabahagian mereka. Atau hanya bisa pasrah ke- isteri ketika film India dan Sinetron dangdut D,Academy tayang di televisi,Padahal ILC juga sedang seru-serunya.

Bagi saya tak mengapa,sesekali memberikan kesenangan kepada pasangan yang sudah berjasa besar untuk keluarga.Mulai dari bangun lebih pagi ,untuk mempersiapkan kebutuhan suami dan anak-anak,masak dan beberes rumah,sampai dengan tidur paling telat di malam hari untuk prepare kegiatan esok hari.Bahkan dimalam hari pun kadang tidur tak nyenyak,karena di grepe-in suami yang terdesak keinginan arus bawah.

Memang tidak semua orang peka terhadap hak dan kebutuhan orang lain.Seperti Tati tetangga saya itu.Kadang saya berpikir,apakah semua orang dengan nama Tati egois?.Tapi kemudian saya menepis anggapan tersebut,karena ada teman saya,yang namanya juga Tati ,tetapi orangnya low profile,dan sangat sabar.Walaupun kadang suka di “bully” oleh teman yang lain ketika ada acara kongkow-kongkow bareng,Tati selalu senyum menanggapi candaan itu.Walaupun senyumnya agak kecut,seiring dengan pertambahan usia dan garis-garis ketuaan di wajah.Tapi senyuman itu mampu membuat suasana menjadi hidup dan penuh gelak tawa.

Bagi Tati,teman saya ini, kebersamaan dan menyambung tali silaturahmi lebih penting dari memperturutkan perasaan pribadi.

 

Pekanbaru,01 November 2017

Andi Syarmi

Selasa, 10 Oktober 2017

Bemusuhan di Sebabkan Politik Adalah Kebodohan Absolut





Di akhir tahun 2017,sampai dengan 2 tahun depan adalah tahun politik bagi Indonesia.hingar-bingarnya sudah terasa di saat ini.Pencitraan tokoh yang akan di usung,pembentukan opini  publik dan pembunuhan karakter orang-orang  yang punya elektabilitas tinggi sudah mulai di lakukan.Berita dan informasi berseliweran di media sosial,sehingga mana yang fakta dan yang hoax menjadi kabur.

Bagi para politikus masa ini adalah masa sibuk.Para incumbent,akan berpacu dengan waktu untuk mengerahkan segala upaya untuk mempertahankan posisi,agar kembali terpilih di periode mendatang.Untuk yang berposisi sebagai oposisi,mereka akan memanfaatkan setiap detik,untuk mengulik,mencari isu  negatif dan mengumbar sisi yang di anggap buruk sang petahana,agar reputasinya rusak.Tidak perduli terkadang aksi yang mereka lakukan tak sesuai dengan norma dan kesantunan yang berlaku di masyarakat.Tidak perduli juga terkadang informasi yang mereka lempar ke ruang publik,adalah informasi yang di pelintir.

Salah satu tujuan politik adalah beroleh kekuasaan.kadang-kadang,cara  memperoleh kekuasaan itu abnormal dan di luar batas kewajaran.Maka ada sebagian orang yang berpendapat bahwa politik itu kejam,tidak bermoral dan yang berkecimpung di dalamnya adalah orang-orang munafik.Tidak ada kata setia dan abadi dalam politik.Semua tergantung dari lobi-lobi dan kepentingan sesaat.Hari ini lawan,besok bisa menjadi kawan.

Donald Trump pun merasakan akibat berpolitik itu.Kehidupan pribadi yang seharusnya berada di wilayah private, di kuliti oleh lawan politiknya.Sampai’’ aset pribadi”  Trump-pun di umbar ke media.Bahwa ‘’kaki ketiga’’ Trump yang tersembunyi di dalam celananya, kecil.Artinya Trump bukan lelaki sejati dan tentu tidak pantas jadi presiden USA.Tetapi ketika Trump berhasil menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-45,lawan politik yang menyerangnya itu, ikut mendukung dan merayakannya.

Itulah politik dan segala dinamikanya.

Sebagai salah satu objek politik yang akan di ambil suaranya,saya mesti memahami itu.Juga ingin memastikan bahwa keluarga terdekat aware tentang politik.Sebagai kepala keluarga,saya memberi kebebasan pilihan politik kepada mereka.Asal mereka memilih berdasarkan telaahan ilmu, tidak ikut-ikutan orang lain,dan tidak memusuhi orang yang berbeda pandangan.

Terkadang ketika memahami suatu persoalan,sebagian orang  menyentuhnya dengan lebih banyak perasaan di banding logika.Yang oleh karenanya,banyak orang yang kemudian yang gagal paham tentang suatu soalan pada suatu masa yang menjadi polemik di ruang publik.Bahkan orang-orang  terkenal,yang punya banyak gelar di belakang namanya,ikut pula tertipu dengan soalan-soalan tersebut.Padahal yang menghembuskan dan memviralkan hal itu, background pendidikannya di bawah mereka.

Pemahaman berdasarkan ilmu,saya pikir sangat vital untuk menentukan pilihan politik seseorang.Agar kita tidak lagi di ombang-ambingkan isu dan pembentukan opini yang salah,yang sengaja di sounding oleh orang-orang yang punya kepentingan tertentu.Pakar-pakar yang berintegritas,teruji dan netral dapat di jadikan rujukan untuk memahami suatu persoalan.

Dan saya meyakini satu hal ,bahwa politik hanyalah senda gurau dan sandiwara dunia.Bermusuhan dan putusnya tali silaturahmi gara-gara politik adalah kebodohan absolut.

Dan mudah-mudahan saya tidak terlambat bangun besok pagi.Karena kalau sampai saya kesiangan,mataharinya yang harus minta maaf.

Salam politik !!!


Pekanbaru,9 Oktober 2017
Andi Syarmi

Senin, 25 September 2017

Lebih Baik Merasa Tidak Berpunya Kemudian Kerja Keras Daripada Punya Sedikit Tapi Pemalas



gambar dari www.youtube.com


Ketika menunggu pengurusan SHM tanah yang baru saya beli di salah satu kantor notaris di Pekanbaru,saya di sapa oleh seorang bapak yang juga sedang menunggu di tempat itu.Beliau memperkenalkan diri sebagai pensiunan salah satu perusahaan PMA yang cukup terkenal .Namanya pak Agus.Sewaktu menjadi karyawan,beliau menempati posisi yang cukup strategis  di perusahaan tersebut.

Pak Agus bercerita panjang lebar,tentang dirinya,keluarganya dan kegiatan yang akan di lakukan untuk mengisi waktu pensiun.Hingga sampailah obrolan kami tentang keadaan negara .Tentang politik,ekonomi beserta kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.Pak Agus berpendapat Indonesia setidaknya sudah harus lebih maju di banding negara asia tenggara lainnya.Karena menurut beliau,negara kita mempunyai sumber-sumber kekayaan yang melimpah.

Negeri yang indah dengan panorama alam yang eksotik.Negeri yang terluas dan garis pantai yang terpanjang di Asia Tenggara.Negeri kaya rempah yang menarik perhatian bangsa lain,sehingga menjadi negeri jajahan selama ratusan tahun. Negeri yang menurut Koes Plus adalah butiran tanah surga yang jatuh ke bumi.

Saking kayanya indonesia ,Bahkan bapak yang masih kelihatan awet muda itu berpendapat, jika saja Indonesia di embargo secara ekonomi oleh dunia internasional,maka negara ini akan mampu mencukupi kebutuhannya untuk bertahan hidup,tanpa menimbulkan gejolak yang berarti di masyarakat.

Saya mengiyakan pendapat pak Agus, demi tata krama ke orang yang lebih tua.Padahal ada beberapa statement beliau, yang saya kurang setuju.

Indonesia mungkin kaya raya di masa lalu.Tetapi Indonesia yang sekarang, saya pikir tidak kaya-kaya amat.Dari sisi minyak bumi misalnya,produksi minyak negara ini perhari baru mencapai 820 ribu barel.Sementara kebutuhan minyak nasional adalah 1,6 juta barel perhari.780 ribu barel lagi tentu harus impor.Bahkan semenjak 2004,Indonesia sudah menjadi negara net oil importer.Cadangan minyak Indonesia tinggal 3,3 miliar barel,atau 0,2 % dari total cadangan minyak dunia.Jika tidak di temukan sumber minyak baru, cadangan minyak ini akan habis 12 tahun ke depan.

Bandingkan dengan Arab Saudi ,yang mampu memproduksi minyak mentah  10 juta barel per hari.Atau Amerika Serikat yang menghasilkan hampir 12 juta barel per hari.Bahkan cadangan minyak mentah dua negara jika di gabung mencapai 475 miliar barel.

Kemudian gula tebu,juga masih di impor.kebutuhan gula dalam negeri yang mencapai 3,2 juta pertahun,hanya terpenuhi 2,2 juta ton.Begitu juga dengan jagung,kedelai,teh, dan bahkan ubi kayu pun Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Income perkapita  baru menyentuh level  4 juta perbulan dan Indonesia pun miskin SDM berkualitas .Negara ini  di kalahkan oleh Singapura,Brunei,Malaysia dan thailand untuk scope Asia Tenggara.

Ngeri juga  membayangkan gejolak yang timbul di masyarakat akibat BBM langka misalnya. Pabrik akan berhenti berproduksi dan mengurangi tenaga kerja ,sehingga terjadi pengangguran.Banyaknya warga negara yang jobless,akan menimbulkan tingginya persentase angka kejahatan.Tidak tersedianya sumber energi yang cukup dan angka kejahatan yang tinggi,tentu mengurangi trust dari Investor yang akan menanamkan modalnya.

Di tambah lagi,kemudian terjadi antrian panjang di setiap SPBU akibat kelangkaan itu,dan harga minyak  melambung tinggi,akibat pengusaha bermodal besar menumpuk stock.Harga barang akan naik dan terjadi inflasi yang tidak terkendali.Yang pada akhirnya bisa membuat ekonomi suatu negara kolaps.

****

Kekayaan kadang-kadang membuat orang lupa untuk berbenah dan mempersiapkan diri.Mereka berpikir bahwa kekayaan akan terus bersama selamanya.Serupa dengan George Best,key player Manchester United tahun 60’an yang menghamburkan uangnya untuk hal-hal yang mubazir.Terlena dengan pujian-pujian memabukkan dan elusan deretan kaum berdada silikon, yang mengumbar sisi kefeminiman mereka ,dengan hanya menggunakan G-String dan teropong bertali kait.

Sang atacante ini baru sadar,ketika utang membengkak karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan.Dia lupa menyisihkan sebagian pemasukan untuk masa yang akan datang,di saat berada di puncak kejayaan.Lupa memperkaya diri dengan ilmu dan hal bermanfaat lain,yang akan mampu menopang hidupnya dan keluarga kelak,ketika tidak lagi di elu-elukan fans dan di kejar-kejar paparazi.Lupa memanfaatkan momentum keterkenalan dirinya,untuk hal-hal yang bisa membuat sisi finansialnya selalu berada di level aman.

Dan seperti halnya George Best,menurut saya Indonesia juga gagal memanfaatkan momentum kekayaannya di masa lalu,untuk mencapai kemakmuran di saat ini.Minyak bumi,industri kayu, tambang dan batubara yang booming di masa lalu,tidak mampu di jadikan sandaran oleh Indonesia untuk mencapai level negara maju.

Bonus demografi yang luas,terutama laut,juga terbukti gagal menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara selain dari hasil tambang dan perkebunan.Kekayaan laut Indonesia di jarah oleh bangsa lain.Para nelayan tidak berdaulat di lautnya sendiri,di masa lalu. Terbukti sekarang Indonesia tetap menjadi negara medioker,dikalahkan oleh negara tetangga Malaysia dan Singapura.Padahal Indonesia lebih dulu merdeka di banding dua negara ini.

Mungkin di masa itu hasil kekayaan negara tidak di pergunakan untuk hal-hal yang tepat.Membangun SDM yang handal misalnya atau membangun infrastruktur, agar negara ini mempunyai daya saing dengan negara lain.Pendapatan negara di masa lalu ,bisa jadi habis untuk subsidi tidak tepat sasaran.Atau di pergunakan oleh sebagian orang untuk kepentingan pribadi dan golongan. 

Ibarat mengurus perusahaan yang baru berdiri,pendapatan company seyogyanya tidak boleh di ambil oleh pemilik saham,melainkan hanya sedikit.Para pemilik saham harus sepakat mengencangkan ikat pinggang.Sebagian besar keuntungan mestinya di tambahkan ke modal usaha.Sehingga pergerakan perusahaan menjadi dinamis.Kalaupun terpaksa harus berutang,maka hal itu di lakukan untuk hal-hal produktif yang bisa membuat perusahaan bertambah maju dan berkembang.

****

Saya pikir rezim pemerintahaan saat ini sudah melakukan upaya untuk mengejar ketertinggalan Indonesia.Program-program penguatan daya saing negara,sudah mulai di lakukan lewat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.Wacana menjadikan Indonesia sebagai poros maritim juga sudah mulai menampakan hasil.Produk Domestik Bruto  sektor perikanan tumbuh 11% di banding tahun lalu.Penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak juga melonjak di sektor ini.

Harusnya dari dulu hal ini di lakukan.Tetapi saya juga mengerti bahwasanya wacana seperti ini beresiko politis.Pemimpin negara yang melakukan strategi ini,beresiko kehilangan popularitas,yang menjadi syarat utama dalam dunia politik, untuk di pilihkembali.Hanya orang yang punya nyali,yang berani melakukannya di periode pertama kepemimpinannya.

Alokasi anggaran yang besar untuk pembangunan infrastruktur akan menguras kas negara.Pengeluaran bisa jadi lebih besar dari pendapatan.Sehingga terjadi defisit anggaran.Untuk menutup defisit agar tidak terlalu besar,maka pendapatan harus di genjot semaksimal mungkin, pengeluaran yang tidak perlu di kurangi atau bahkan di tiadakan,serta penambahan utang negara.

Pendapatan dari pajak mesti di intensifkan dan subsidi di batasi serta di kurangi.Belanja pemerintah non produktif seperti perbaikan gedung yang tidak mendesak,study banding,meeting di hotel berbintang juga mesti di kurangi.

Langkah-langkah yang di lakukan pemerintah ini akan berpotensi berimbas kepada naiknya harga  dan menurunnya daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga, yang kemudian menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi negara.Pertumbuhan ekonomi yang turun,akan berakibat kepada bertambahnya persentase pengangguran dan rakyat miskin.
Momen ini akan di manfatkan oleh lawan-lawan politik sebagai senjata untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah.Akan ada berita yang menyatakan bahwasanya pemerintah yang sekarang tidak cakap dan tidak layak memimpin negara.Di tambah dengan bumbu-bumbu lain,seperti asal-usul kepala pemerintahaan dan kaitannya dengan organisasi terlarang.

Tetapi pilihan harus di ambil.Harga diri bangsa harus di angkat.Agar bumi khatulistiwa ini tidak di bully lagi dengan sebutan Indon oleh sebagian masyarakat Malaysia,sebuah sebutan hina,karena mungkin banyak warga Indonesia yang menjadi ‘’budak’’ di sana.Agar  bangsa ini tidak lagi di sebut sebagai negeri antah berantah oleh Justin Bieber,karena kesemrawutan,kekumuhan  dan  kemacetan kota,serta banjir yang sering melanda.

Menjadi bangsa yang besar dan terhormat kadangkala butuh pengorbanan.Bekerja keras dan merubah mindset dari bangsa kaya raya yang punya segalanya ke bangsa yang punya kekayaan terbatas dan suatu waktu akan habis,sangat di perlukan untuk berbuat dan berinovasi lebih.

Saya kemudian teringat petuah orang tua,ketika saya memutuskan merantau , 20 tahun yang lalu,”Lebih baik merasa merasa berkekurangan dan berketerbatasan untuk selalu bekerja keras agar hal itu tertutupi,daripada merasa cukup dan berkelebihan sehingga berhenti berusaha dan berkarya.’’



Pekanbaru,25 September 2017
Andi syarmi